Dosen FTKOM UNCP Dampingi Guru MAN Luwu Implementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dan Koding AI
UNCP.AC.ID, LUWU - Program Studi Teknologi Informasi dan Program Studi Informatika Fakultas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo (FTKOM UNCP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan bertajuk "Kolaborasi Cinta dan Teknologi: Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Koding" dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Luwu pada 24–25 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Abdul Zahir, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Teknologi Informasi, dan Permadi Kusuma, S.Kom., M.Kom., dosen Program Studi Informatika. PkM ini diikuti oleh para ustaz dan ustazah MAN Luwu sebagai peserta utama dengan tujuan meningkatkan kesiapan guru dalam mengimplementasikan mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sesuai arah kebijakan pendidikan nasional.

Hari pertama kegiatan, Jumat (24/7/2026), diawali pada pukul 09.00 WITA dengan penyampaian materi oleh Abdul Zahir mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial. Dalam sesi pembuka tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai kebijakan pendidikan terbaru yang berkaitan dengan implementasi pembelajaran KKA di satuan pendidikan. Abdul Zahir menjelaskan bahwa mata pelajaran KKA dapat diterapkan melalui empat pendekatan, yaitu sebagai mata pelajaran intrakurikuler, terintegrasi dengan mata pelajaran lain, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler. Ia juga menegaskan perbedaan antara KKA yang bersifat mata pelajaran pilihan dengan Informatika yang telah menjadi mata pelajaran wajib pada jenjang SMA/MA.
Masih pada sesi pagi yang berlangsung hingga pukul 11.45 WITA, peserta dibekali pemahaman lebih mendalam mengenai struktur pembelajaran KKA. Materi mencakup pengenalan elemen dan subelemen mata pelajaran, pendalaman konsep Computational Thinking (Berpikir Komputasional), serta Analisis Data sebagai kompetensi dasar yang harus dimiliki guru dalam mengimplementasikan pembelajaran abad ke-21. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai strategi mengintegrasikan KKA ke dalam berbagai mata pelajaran yang telah diajarkan di madrasah.
Setelah jeda untuk Salat Jumat, makan siang, dan istirahat, kegiatan dilanjutkan kembali pada pukul 13.30 WITA. Pada sesi siang ini, Abdul Zahir memaparkan materi mengenai Konten dan Literasi Digital, serta Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial. Guru-guru diajak memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab, termasuk bagaimana membangun budaya penggunaan AI yang etis di lingkungan pendidikan. Seluruh rangkaian materi hari pertama berakhir pada pukul 16.00 WITA dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi diskusi dan praktik sederhana.

Memasuki hari kedua, Sabtu (25/7/2026), kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA dengan materi yang dibawakan oleh Permadi Kusuma, S.Kom., M.Kom. Fokus utama sesi ini adalah pengenalan dasar-dasar pemrograman (coding) melalui penggunaan Python dan Google Colab. Kedua platform tersebut diperkenalkan sekaligus dipraktikkan secara langsung oleh para ustaz dan ustazah MAN Luwu. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pengalaman awal dalam menulis program sederhana serta memahami bagaimana bahasa pemrograman dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan media maupun aplikasi pendukung pembelajaran di sekolah.
Meskipun pelaksanaan praktik berjalan lancar, terdapat beberapa kendala teknis yang dihadapi peserta. Beberapa guru membawa perangkat laptop dengan spesifikasi yang sudah cukup lama sehingga kurang kompatibel untuk menjalankan aplikasi dan perangkat lunak yang digunakan selama pelatihan. Namun demikian, kendala tersebut tidak mengurangi semangat peserta. Tim PkM memberikan pendampingan secara langsung agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti proses pembelajaran melalui berbagai alternatif, termasuk berbagi perangkat dan menggunakan layanan berbasis cloud yang lebih ringan.

Setelah jeda istirahat, salat, dan makan siang, kegiatan dilanjutkan kembali pada pukul 13.30 WITA dengan materi Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan Artifisial yang kembali dibawakan oleh Abdul Zahir. Pada sesi ini peserta diperkenalkan dengan konsep dasar AI serta praktik membuat aplikasi sederhana berbasis web statis menggunakan HTML. Selain itu, guru juga dibimbing memanfaatkan AI generatif untuk menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam, membuat kuis pembelajaran, mengembangkan aplikasi sederhana, menerapkan prompt engineering, mengevaluasi kualitas konten berbasis AI, hingga memahami AI System Design melalui pendekatan design thinking. Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi digital guru sekaligus mendorong pemanfaatan AI secara kreatif, efektif, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, FTKOM Universitas Cokroaminoto Palopo tidak hanya memperkuat sinergi dengan MAN Luwu, tetapi juga berkontribusi dalam menyiapkan guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebijakan pendidikan nasional. Kolaborasi antara nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dengan penguasaan Koding dan Kecerdasan Artifisial diharapkan mampu melahirkan praktik pembelajaran yang lebih bermakna, mendalam, serta relevan dengan tantangan era digital. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendampingi transformasi pendidikan melalui pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan.