UNCP Kembangkan Model Prediksi Bencana Berbasis Data Spasial, Perkuat Mitigasi Banjir di Lutra
UNCP.AC.ID, LUWU UTARA – Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) kembali menegaskan kapasitasnya sebagai perguruan tinggi yang mampu menghasilkan riset strategis untuk menjawab tantangan kebencanaan di Indonesia. Melalui Penelitian Fundamental Reguler (DPPM) Tahun 2026 bertajuk "Konstruksi Model Impact Based Forecasting (IBF) Berbasis Data Spasial pada Bencana Hidrometeorologi", tim peneliti UNCP melaksanakan validasi hasil penelitian di lokasi pascabencana banjir bandang Kabupaten Luwu Utara pada Minggu, 19 Juli 2026, sebagai langkah ilmiah dalam membangun model prediksi bencana yang lebih akurat, adaptif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Penelitian ini tidak sekadar menghasilkan luaran akademik, tetapi menghadirkan pendekatan ilmiah yang mengintegrasikan data spasial, riwayat kejadian banjir, karakteristik daerah aliran sungai, serta analisis jaringan fungsional dalam penyusunan Impact Based Forecasting (IBF). Pendekatan tersebut memungkinkan sistem prediksi yang tidak hanya mampu memperkirakan potensi terjadinya bencana, tetapi juga memproyeksikan tingkat dampak yang akan ditimbulkan terhadap masyarakat, infrastruktur, dan kawasan terdampak.

Kabupaten Luwu Utara dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki karakteristik hidrometeorologi yang kompleks serta riwayat banjir yang tinggi, termasuk peristiwa banjir bandang yang menjadi salah satu bencana paling berdampak di Sulawesi Selatan. Area penelitian mencakup daerah aliran sungai dataran tinggi, titik-titik kejadian banjir yang terdokumentasi selama periode 2020–2025, hingga koridor dataran rendah Lettekang yang menjadi fokus analisis jaringan fungsional. Validasi lapangan dilakukan untuk memastikan model yang dikembangkan benar-benar merepresentasikan kondisi aktual sehingga mampu menghasilkan sistem prediksi yang lebih presisi sebagai dasar pengambilan keputusan dalam mitigasi bencana.

Ketua tim peneliti, Andi Jumardi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan bagian dari komitmen UNCP dalam menghadirkan inovasi berbasis sains yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah.
"Kami tidak hanya membangun sebuah model prediksi, tetapi menghadirkan kerangka ilmiah yang mampu mendukung pengambilan keputusan sebelum bencana terjadi. Melalui pendekatan Impact Based Forecasting berbasis data spasial, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini sekaligus menjadi referensi dalam upaya pengurangan risiko bencana di Indonesia," ungkapnya.
Penelitian ini dilaksanakan oleh tim peneliti Universitas Cokroaminoto Palopo yang terdiri atas Andi Jumardi, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua peneliti, bersama Rahma Hi. Manrulu, S.Si., M.Sc. dan Iriansa, S.Si., M.Sc. sebagai anggota peneliti. Tim ini juga melibatkan mahasiswa Irgi dan Andre Andrinsyah dalam proses pengumpulan data, validasi lapangan, serta analisis penelitian.

(Kawasan Pemukiman terdampak Banjir Bandang, 13 Juli 2020, Desa Radda Kecamatan Masamba)
Tim peneliti Universitas Cokroaminoto Palopo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), atas kepercayaan dan dukungan pendanaan melalui skema Penelitian Fundamental Reguler Tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi UNCP untuk terus menghasilkan riset-riset unggulan yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif dalam penguatan mitigasi bencana, peningkatan ketangguhan wilayah, dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui penelitian ini, Universitas Cokroaminoto Palopo kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten menghasilkan riset berkualitas dan berdampak. Pengembangan model Impact Based Forecasting (IBF) berbasis data spasial menjadi salah satu kontribusi nyata UNCP dalam mendukung transformasi sistem mitigasi bencana di Indonesia, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi yang menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.