Berita

Mahasiswa KKNT UNCP Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Berbahan Dasar Ekoenzim di Ponrang Selatan

UNCP.AC.ID, LUWU - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) Periode I Tahun 2026 menggelar kegiatan Pelatihan Pembuatan Sabun Berbahan Dasar Ekoenzim pada Senin, 16 Februari 2026, di Kecamatan Ponrang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang diusung mahasiswa selama masa pengabdian.

WhatsApp-Image-2026-02-21-at-10.12.59

Pelatihan menghadirkan pemateri, Dr. Eka Pratiwi, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan secara sistematis mengenai konsep ekoenzim, manfaat ekologisnya, serta tahapan teknis dalam proses pembuatan sabun ramah lingkungan. Ia menjelaskan bahwa ekoenzim dihasilkan dari fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran, yang jika dikelola dengan tepat dapat memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi beban sampah rumah tangga.

“Pemanfaatan ekoenzim bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi yang dapat dikembangkan di tingkat rumah tangga,” jelasnya di hadapan peserta.

WhatsApp-Image-2026-02-21-at-10.13.00

Kegiatan ini diikuti masyarakat setempat yang menunjukkan antusiasme tinggi. Selain mendapatkan materi teoritis, peserta juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan sabun cair berbasis ekoenzim, mulai dari proses pencampuran bahan hingga teknik pengemasan sederhana.

WhatsApp-Image-2026-02-21-at-10.12.59

Mahasiswa KKNT UNCP dalam pelaksanaan program ini berada di bawah bimbingan dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Fitri Jusmi, S.Si., M.Si. dan Andi Safitri Sacita, S.P., M.Si. Keduanya memberikan arahan dan pendampingan agar setiap program kerja yang dijalankan mahasiswa memiliki dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

WhatsApp-Image-2026-02-21-at-10.13.02

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat Kecamatan Ponrang Selatan dapat mengoptimalkan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya gaya hidup ramah lingkungan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya inovasi berbasis potensi lokal yang bernilai guna dan berdaya saing.

Twitter