UNCP Buktikan Kelasnya,Hadirkan Mesin Pelepas Rumput Laut Otomatis Berbasis PLC untuk Petani Pesisir
UNCP.AC.ID, LUWU TIMUR - Tim PKM Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan penggunaan serta pemeliharaan alat penarik dan pemisah rumput laut bersama Kelompok Tani Katonik Lamangoa di Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul "Implementasi Mesin Pelepas Rumput Laut Otomatis Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) sebagai Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Efisiensi Pascapanen Petani Pesisir."

Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek) sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian dan penerapan teknologi tepat guna bagi masyarakat.

Kegiatan diikuti oleh anggota Kelompok Tani Katonik Lamangoa, perangkat Desa Bawalipu, serta Tim PKM Universitas Cokroaminoto Palopo yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Program ini bertujuan membantu petani meningkatkan efisiensi proses pascapanen melalui pemanfaatan mesin pelepas rumput laut otomatis berbasis Programmable Logic Controller (PLC) yang dirancang agar mudah dioperasikan, aman, dan sesuai dengan kebutuhan petani pesisir.

Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara, dan pembacaan doa. Selanjutnya, peserta mengikuti rangkaian sambutan sebelum kegiatan secara resmi dibuka.

Dalam sambutannya, Ketua Tim PKM Universitas Cokroaminoto Palopo, Muhammad Idham Rusdi, S.T., M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada tim kami melalui pendanaan program Pengabdian kepada Masyarakat ini. Dukungan tersebut memungkinkan kami menghadirkan inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat."

Ia menjelaskan bahwa mesin pelepas rumput laut otomatis dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata para petani.
"Selama ini proses pelepasan rumput laut dari tali budidaya masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar. Melalui mesin berbasis Programmable Logic Controller (PLC) ini, kami berharap proses pascapanen menjadi lebih cepat, lebih efisien, dan mampu meningkatkan produktivitas petani."
Muhammad Idham Rusdi juga menegaskan bahwa keberhasilan suatu teknologi tidak hanya diukur dari kecanggihannya, tetapi juga dari sejauh mana teknologi tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

"Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan dengan baik, dirawat secara mandiri, dan menjadi langkah awal transformasi teknologi budidaya rumput laut di Desa Bawalipu. Universitas Cokroaminoto Palopo akan terus berupaya menghadirkan inovasi-inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat."
Ketua Kelompok Tani Katonik Lamangoa, Mursalim, menyampaikan apresiasi kepada Tim PKM Universitas Cokroaminoto Palopo atas pelaksanaan program tersebut.
"Atas nama seluruh anggota Kelompok Tani Katonik Lamangoa, kami mengucapkan terima kasih kepada Tim PKM Universitas Cokroaminoto Palopo dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek yang telah memilih desa kami sebagai lokasi kegiatan. Bantuan alat dan pendampingan ini sangat bermanfaat bagi kami."

Menurut Mursalim, selama ini proses pemisahan rumput laut dari tali budidaya menjadi salah satu pekerjaan yang paling menyita waktu dan tenaga.
"Dengan adanya mesin ini, kami berharap pekerjaan menjadi lebih ringan, waktu panen dapat dipersingkat, dan hasil yang diperoleh semakin baik. Kami juga berkomitmen untuk merawat serta memanfaatkan alat ini secara maksimal agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh anggota kelompok."
Ia berharap kerja sama dengan Universitas Cokroaminoto Palopo dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.
Usai pembukaan resmi kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai pengenalan alat penarik dan pemisah rumput laut yang disampaikan oleh Baso Ali, S.Pd., M.Pd. Materi mencakup fungsi alat, prinsip kerja mesin berbasis PLC, prosedur pengoperasian, keselamatan kerja, hingga teknik pemeliharaan rutin.
Pada kesempatan tersebut, Tim PKM Universitas Cokroaminoto Palopo menyerahkan secara simbolis alat penarik dan pemisah rumput laut kepada Kelompok Tani Katonik Lamangoa sebagai bentuk implementasi teknologi tepat guna untuk mendukung peningkatan produktivitas petani pesisir.
Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima antara Tim PKM dan mitra, kemudian diabadikan melalui sesi dokumentasi bersama.
Memasuki sesi inti, peserta mengikuti praktik langsung penggunaan alat yang dipandu oleh Baso Ali, S.Pd., M.Pd. Seluruh peserta diberikan kesempatan mencoba mengoperasikan mesin sehingga memahami cara penggunaan maupun perawatannya.
Selain itu, Dianradika Prasti, S.Kom., M.Kom. memberikan pelatihan diversifikasi produk rumput laut melalui pembuatan keripik rumput laut dan dodol rumput laut. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil panen sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan selama sesi diskusi dan tanya jawab, mulai dari aspek teknis pengoperasian mesin hingga strategi pengembangan produk olahan rumput laut.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah antara Tim PKM Universitas Cokroaminoto Palopo, Pemerintah Desa Bawalipu, Kelompok Tani Katonik Lamangoa, dan seluruh peserta.
Melalui program yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Universitas Cokroaminoto Palopo berharap inovasi mesin pelepas rumput laut otomatis berbasis Programmable Logic Controller (PLC) mampu meningkatkan efisiensi proses pascapanen, mengurangi beban kerja petani, meningkatkan kualitas hasil produksi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang memberikan dampak langsung terhadap pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Luwu Timur.