Berita

Tim PKM UNCP Ciptakan “KEKUKA”, Pangan Sehat dari Limbah Kulit Kakao di Luwu Utara

UNCP.AC.ID, Luwu Utara — Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, lewat program hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025, UNCP melaksanakan kegiatan di Desa Tara Tallu, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara.

WhatsApp-Image-2025-10-06-at-11.26.01

Program bertajuk “Optimalisasi Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pangan Fungsional KEKUKA untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan” ini dipimpin langsung oleh Dr. Safaruddin, S.P., M.P. selaku Ketua Tim, dengan anggota Dr. Sri Rahayu, S.Pd., M.Pd. dan Nurasia, S.Pd., M.Pd..

WhatsApp-Image-2025-10-06-at-11.26.01-(4)

Kegiatan PKM diawali dengan kunjungan pertama ke lokasi pelaksanaan pada Sabtu, 13 September 2025, dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Kelompok Tani “Sepakat” di Desa Tara Tallu.
Melalui FGD ini, tim PKM UNCP melakukan identifikasi potensi dan permasalahan pengolahan limbah kakao yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Diskusi berlangsung interaktif, menghadirkan Syamsuddin, S.P., M.P. sebagai narasumber yang memberikan penjelasan tentang pentingnya inovasi dalam pengelolaan hasil pertanian, khususnya kulit kakao.

WhatsApp-Image-2025-10-06-at-11.26.01-(3)

Selain memperkenalkan konsep pangan fungsional, Syamsuddin juga menekankan bahwa kulit kakao memiliki kandungan serat dan antioksidan yang tinggi sehingga berpotensi besar untuk diolah menjadi produk bergizi seperti KEKUKA (Kue Kulit Kakao). Peserta tampak antusias dan aktif dalam sesi tanya jawab, menandakan ketertarikan mereka untuk mengembangkan potensi lokal ini.

WhatsApp-Image-2025-10-06-at-11.26.01-(1)

Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam proses produksi pangan fungsional. Nurasia, S.Pd., M.Pd. bertindak sebagai narasumber dan memberikan panduan teknis mengenai penggunaan peralatan pengolahan sederhana namun efisien.
Peserta diberikan pemahaman mulai dari proses pengeringan kulit kakao, penggilingan, hingga pencampuran bahan yang menghasilkan cita rasa khas KEKUKA. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memproduksi pangan secara higienis dan efisien dengan memanfaatkan alat yang terjangkau.

WhatsApp-Image-2025-10-06-at-11.26.01-(2)

Pada sesi berikutnya, Dr. Safaruddin, S.P., M.P. selaku ketua tim memberikan pengarahan langsung tentang pemanfaatan alat pengering berbasis sistem Efek Rumah Kaca (ERK).
Sistem ini merupakan inovasi pengeringan yang memanfaatkan panas matahari secara efisien, ramah lingkungan, dan hemat energi. Dalam sesi ini, masyarakat diajarkan cara mengoperasikan dan merawat alat ERK agar dapat digunakan berkelanjutan untuk mengeringkan bahan pangan, termasuk kulit kakao.

Pada kunjungan kedua yang dilaksanakan pada Sabtu, 4 Oktober 2025, tim PKM UNCP kembali hadir di Desa Tara Tallu, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, untuk melanjutkan tahap pelatihan lanjutan yang berfokus pada peningkatan nilai tambah produk KEKUKA. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian program pengabdian, karena tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada aspek kemasan, promosi, dan pemasaran produk agar memiliki daya saing di pasaran.

WhatsApp-Image-2025-10-06-at-11.35.11

Pada sesi pertama, Nurasia, S.Pd., M.Pd. memandu peserta dalam pelatihan pembuatan kulit kakao bubuk dan berbagai produk olahannya, seperti cookies dan brownies. Peserta diajak untuk mempraktikkan langsung proses pengolahan kulit kakao menjadi bubuk halus hingga menjadi bahan dasar pembuatan produk kekinian yang memiliki cita rasa khas. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga wawasan baru mengenai potensi diversifikasi produk berbasis kakao yang bernilai jual tinggi.

WhatsApp-Image-2025-10-06-at-11.37.21

Selanjutnya, Hilda Rahmawati, S.Si., M.Si. memberikan pelatihan kreatif tentang merek dan desain logo kemasan produk. Dalam sesi ini, peserta dibimbing untuk memahami pentingnya identitas visual dalam membangun citra produk yang menarik konsumen. Hilda memperkenalkan teknik dasar desain sederhana namun profesional dengan pendekatan yang tetap mencerminkan identitas lokal Desa Tara Tallu, sehingga produk KEKUKA memiliki tampilan yang unik dan berkarakter.

WhatsApp-Image-2025-10-06-at-11.41.22

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi pemanfaatan teknologi pengemasan (vacuum sealer) yang disampaikan oleh Syamsuddin, S.P., M.P.. Peserta diperlihatkan langsung cara pengemasan produk yang benar menggunakan alat vacuum sealer untuk menjaga daya tahan, higienitas, dan kualitas produk. Melalui pendampingan ini, masyarakat memahami pentingnya pengemasan modern sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pemasaran produk pangan fungsional.

WhatsApp-Image-2025-10-06-at-11.42.16

Dalam sesi berikutnya, Nurasia, S.Pd., M.Pd. kembali memandu kegiatan pelatihan foto dan video promosi produk. Peserta diberikan pembekalan mengenai teknik dasar fotografi dan videografi menggunakan perangkat sederhana seperti ponsel. Mereka dilatih mengambil gambar dan video produk dengan pencahayaan dan sudut yang tepat agar menghasilkan tampilan promosi yang menarik di media sosial.

WhatsApp-Image-2025-10-06-at-11.43.04

Masih bersama narasumber yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan promosi dan penjualan digital, yang meliputi dua aspek utama yakni Digital Branding dan Digital Marketing. Peserta diberikan pemahaman tentang cara membangun citra produk di dunia digital, mulai dari pembuatan akun usaha, pengelolaan konten promosi yang menarik, hingga strategi menjalin interaksi dengan calon konsumen melalui media sosial dan marketplace. Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran produk KEKUKA secara lebih luas dan efektif.

WhatsApp-Image-2025-10-06-at-11.45.48-(1)

Kunjungan kedua ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis masyarakat Desa Tara Tallu dalam mengolah dan mengemas produk, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan promosi dan pemasaran digital yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi langkah nyata UNCP dalam menciptakan masyarakat desa yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing melalui inovasi berbasis potensi lokal.

WhatsApp-Image-2025-10-06-at-11.45.48-(2)

Sebagai penutup kegiatan, dilakukan serah terima aset berupa peralatan produksi, alat pengering dan pengemasan dari Tim PKM UNCP kepada Kelompok Tani “Sepakat” sebagai mitra pengabdian.
Seremoni sederhana namun penuh makna ini menjadi simbol keberlanjutan program agar masyarakat dapat terus memproduksi dan memasarkan produk KEKUKA secara mandiri.

WhatsApp-Image-2025-10-06-at-11.45.48

Dr. Safaruddin menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi awal tumbuhnya inovasi pangan berbasis potensi lokal yang mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat desa.

“Kami berharap masyarakat mampu melanjutkan inisiatif ini secara berkelanjutan. KEKUKA bukan sekadar produk, tetapi simbol kolaborasi antara kampus dan masyarakat dalam menciptakan nilai tambah dari sumber daya lokal,” ujarnya.

 

 

Twitter