Dipercaya Industri Pertambangan,Dosen UNCP Bekali Pendamping Kegiatan Desa di Lingkar Tambang PT CLM
Kepakaran dosen UNCP kembali mendapat pengakuan industri. Dr. Masluki, S.P., M.P. dari Fakultas Pertanian dan Dr. Ichwan Muis, S.ST., MPS.Sp. dari Fakultas Teknik Komputer dipercaya PT Citra Lampia Mandiri membekali sekitar 30 Pendamping Kegiatan Desa di Kabupaten Luwu Timur pada 30 sampai 31 Juli 2026.

Dr. Masluki, S.P., M.P., Dekan Fakultas Pertanian UNCP, menyampaikan materi Implementasi, Monitoring, dan Pengendalian Program di Wisma Trans Malili, Kamis (30/7/2026). Foto: Dokumentasi kegiatan.
MALILI, LUWU TIMUR – Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) kembali menunjukkan kiprahnya di tengah masyarakat. Dua dosen UNCP, yakni Dr. Masluki, S.P., M.P. dan Dr. Ichwan Muis, S.ST., MPS.Sp., dipercaya menjadi narasumber pada Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping Kegiatan Desa (PKD) Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Citra Lampia Mandiri (CLM). Kegiatan ini berlangsung di Wisma Trans Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Kamis dan Jumat, 30 sampai 31 Juli 2026.
Dr. Masluki saat ini menjabat Dekan Fakultas Pertanian UNCP dan merupakan dosen Program Studi Agroteknologi. Adapun Dr. Ichwan Muis adalah dosen Program Studi Informatika Fakultas Teknik Komputer UNCP yang selama ini aktif dalam kajian pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan dua dosen dari dua fakultas berbeda ini menegaskan bahwa keahlian dosen UNCP dari berbagai bidang ilmu diakui dan dibutuhkan, bukan hanya di ruang kuliah, tetapi juga di lapangan.
Pelatihan bertema “Peningkatan Kompetensi Pendamping Kegiatan Desa (PKD) dalam Mewujudkan Program PPM yang Kolaboratif, Partisipatif, Inovatif, dan Berkelanjutan” ini diikuti sekitar 30 PKD dari desa-desa lingkar tambang PT CLM. Para pendamping inilah yang sehari-hari mengawal pelaksanaan program PPM di desa sekaligus menjadi penghubung antara perusahaan, pemerintah desa, dan warga.
|
Kegiatan |
Pelatihan Peningkatan Kompetensi PKD (Pendamping Kegiatan Desa) PPM PT Citra Lampia Mandiri |
|
Tema |
“Peningkatan Kompetensi Pendamping Kegiatan Desa (PKD) dalam Mewujudkan Program PPM yang Kolaboratif, Partisipatif, Inovatif, dan Berkelanjutan” |
|
Waktu dan Tempat |
Kamis dan Jumat, 30 sampai 31 Juli 2026, di Wisma Trans Malili, Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan |
|
Penyelenggara |
Divisi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Citra Lampia Mandiri, Site Malili |
|
Narasumber UNCP |
Dr. Masluki, S.P., M.P. (Dekan Fakultas Pertanian, dosen Program Studi Agroteknologi) dan Dr. Ichwan Muis, S.ST., MPS.Sp. (dosen Program Studi Informatika, Fakultas Teknik Komputer) |
|
Peserta |
Sekitar 30 Pendamping Kegiatan Desa dari desa-desa lingkar tambang PT CLM |
Dr. Masluki: Program yang Baik Lahir dari Pengelolaan yang Tertib
Pada hari pertama, Dr. Masluki membawakan materi berjudul Implementasi, Monitoring, dan Pengendalian Program. Ia mengajak peserta memahami siklus pengelolaan program PPM secara utuh, mulai dari menerjemahkan rencana menjadi kegiatan nyata di desa, memantau pelaksanaannya secara berkala, sampai mengambil tindakan perbaikan ketika ditemukan penyimpangan.
Peserta juga dilatih menyusun indikator dan matriks monitoring yang terukur serta menyiapkan laporan berjenjang yang rapi dan akuntabel. Melalui studi kasus dan lembar kerja, setiap peserta langsung mempraktikkan penyusunan matriks monitoring untuk desa dampingannya masing-masing.
“Program PPM yang baik tidak berhenti pada dokumen perencanaan. Ia harus dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat, dipantau secara berkala, dan dikendalikan ketika terjadi penyimpangan, supaya manfaatnya benar-benar dirasakan warga desa,” ujar Dr. Masluki.
Dr. Ichwan Muis: Konflik Bisa Dikelola, Kepercayaan Harus Dirawat

Dr. Ichwan Muis, S.ST., MPS.Sp. membawakan materi Pengelolaan Konflik Sosial dan Komunikasi Stakeholder pada sesi lanjutan hari pertama. Foto: Dokumentasi kegiatan.
Sesi berikutnya diisi oleh Dr. Ichwan Muis dengan materi Pengelolaan Konflik Sosial dan Komunikasi Stakeholder. Menurutnya, konflik di wilayah tambang adalah risiko yang nyata, tetapi bukan sesuatu yang mustahil dikelola. Peserta diajak mengenali berbagai pemicu konflik yang umum terjadi, di antaranya persoalan lahan dan ganti rugi, tenaga kerja lokal, dampak lingkungan, pembagian manfaat program, janji yang tidak ditepati, serta kesenjangan informasi.
Ia kemudian membekali peserta dengan teknik deteksi dini, pengelolaan dialog, dan komunikasi yang empatik kepada para pemangku kepentingan. Kepercayaan masyarakat, katanya, merupakan izin sosial yang menentukan kelancaran operasi perusahaan sekaligus keberhasilan program PPM.
“PKD berada di garis depan. Merekalah wajah perusahaan di desa sekaligus penyambung suara warga. Mencegah konflik selalu lebih murah daripada menanganinya. Semuanya dimulai dari komunikasi yang jujur, dialog yang terkelola, dan kepercayaan yang terus dirawat,” kata Dr. Ichwan Muis.
Investasi PT CLM untuk Program PPM yang Berdampak

Para Pendamping Kegiatan Desa menyimak paparan narasumber di Wisma Trans Malili. Foto: Dokumentasi kegiatan.
Bagi PT CLM, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat dan mengoptimalkan program PPM perusahaan. Sebagai perusahaan tambang nikel yang beroperasi di wilayah Malili, PT CLM menjalankan program PPM melalui delapan pilar, antara lain pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, kelembagaan komunitas, dan infrastruktur penunjang.
Dengan pendamping yang semakin kompeten, perusahaan berharap seluruh program berjalan tepat sasaran, tertib administrasi, dan berkelanjutan. Hubungan yang harmonis dengan masyarakat lingkar tambang pun ikut terjaga.
Wujud Tri Dharma dan Kontribusi bagi Semua Pihak
Keterlibatan dua dosen ini merupakan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Ilmu yang selama ini diajarkan di ruang kuliah dan dikembangkan melalui penelitian dibawa langsung ke tengah masyarakat sebagai bekal praktis bagi para pendamping desa. Kehadiran akademisi UNCP juga menjadi jembatan antara perusahaan, pemerintah daerah, dan warga.
Bagi kampus, kepercayaan ini memperkuat rekognisi keahlian dosen UNCP dan membuka peluang kerja sama lanjutan, mulai dari penelitian terapan, magang dan program MBKM bagi mahasiswa, sampai kegiatan pengabdian di desa-desa lingkar tambang. Bagi perusahaan, pendamping yang cakap berarti program PPM yang lebih efektif, terukur, dan akuntabel. Bagi masyarakat, pendamping yang kompeten membuka ruang partisipasi yang lebih luas. Kebutuhan warga tergali lebih baik, pelaksanaan program lebih transparan, dan manfaat pembangunan lebih cepat dirasakan.
Terima Kasih dan Harapan
|
Narasumber berfoto bersama moderator dan notulen seusai sesi pelatihan. |
Narasumber bersama panitia pelaksana kegiatan. |
Kedua narasumber menyampaikan terima kasih kepada manajemen PT Citra Lampia Mandiri atas kepercayaan yang diberikan. Ucapan yang sama disampaikan kepada pimpinan Universitas Cokroaminoto Palopo, Rektor beserta jajaran, serta pimpinan Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik Komputer yang selalu mendukung kiprah dosen di luar kampus.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan dengan antusias selama dua hari, serta kepada masyarakat desa lingkar tambang yang selama ini terbuka bekerja sama dalam berbagai program pemberdayaan. Kolaborasi antara kampus, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat seperti ini diharapkan terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat Luwu Timur.

