Dari Limbah Menjadi Devisa: PKM UNCP Antar Briket Batok Kelapa Kelompok Hamzah Menuju Pasar Global
UNCP.AC.ID LUWU UTARA - Komitmen perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi kembali ditunjukkan oleh Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) melalui pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Penerapan Teknologi Tepat Guna Produksi Briket Limbah Batok Kelapa dan Pemasaran Produk pada Kelompok Usaha Hamzah Kelapa Parut” yang dilaksanakan di Kelurahan Bone, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Jumat (19/6/2026).
Program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran kelompok usaha melalui pemanfaatan limbah batok kelapa menjadi produk briket bernilai ekonomi tinggi. Selain mengurangi limbah, program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui produk yang berpotensi menembus pasar nasional hingga internasional.

Ketua Tim PKM, Hilda Rahmawati, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa briket batok kelapa saat ini menjadi salah satu produk yang memiliki prospek cerah di pasar global. Tingginya permintaan terhadap energi alternatif yang ramah lingkungan menjadikan produk ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan masyarakat.
"Limbah batok kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal sebenarnya memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Melalui program ini, kami ingin membantu masyarakat mengubah limbah menjadi produk yang memiliki kualitas baik, bernilai jual tinggi, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional," ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi program dan pengenalan potensi ekonomi briket batok kelapa kepada anggota Kelompok Usaha Hamzah Kelapa Parut. Selanjutnya, tim PKM memberikan pelatihan dan pendampingan secara langsung sesuai dengan bidang keahlian masing-masing anggota tim.
.jpeg)
Sebagai ketua pelaksana, Hilda Rahmawati, S.Si., M.Si. memberikan pelatihan teknis mengenai proses produksi briket, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik karbonisasi batok kelapa, pencampuran bahan perekat, proses pencetakan, hingga pengeringan dan pengendalian mutu produk. Selain itu, ia juga memperkenalkan penggunaan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan kapasitas produksi dan menghasilkan briket yang lebih berkualitas serta seragam.
.jpeg)
Sementara itu, Siaulhak, S.Kom., M.Pd. memberikan pelatihan terkait pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha. Materi yang disampaikan meliputi strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, pembuatan konten pemasaran yang menarik, serta pengenalan berbagai platform digital yang dapat digunakan untuk memperluas jangkauan pasar produk hingga ke luar daerah dan mancanegara.
.jpeg)
Pada sesi berikutnya, Ridha Yulyani Wardi, S.Pd., M.Pd. membekali peserta dengan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran produk. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan administrasi usaha, pencatatan keuangan sederhana, strategi penetapan harga, penguatan kelembagaan kelompok, hingga teknik pengemasan produk yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar modern.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para anggota kelompok usaha tidak hanya mengikuti materi yang diberikan, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi praktik penggunaan alat produksi briket dan diskusi mengenai strategi pengembangan usaha. Kehadiran teknologi tepat guna tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing produk yang dihasilkan.
Selain peningkatan kapasitas produksi, tim PKM juga memberikan pendampingan terkait strategi pengembangan pasar. Dengan kualitas produk yang semakin baik dan dukungan pemasaran digital yang tepat, briket batok kelapa hasil produksi kelompok usaha memiliki peluang besar untuk memasuki pasar ekspor yang selama ini didominasi oleh permintaan dari berbagai negara di Asia, Timur Tengah, dan Eropa.
.jpeg)
Ketua Kelompok Usaha Hamzah Kelapa Parut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universitas Cokroaminoto Palopo yang telah menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi kelompok usaha mereka.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Universitas Cokroaminoto Palopo yang telah memberikan pendampingan, pelatihan, dan teknologi kepada kelompok kami. Selama ini limbah batok kelapa belum dimanfaatkan secara optimal, tetapi melalui program ini kami memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru untuk mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga usaha kami semakin berkembang dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim PKM, Hilda Rahmawati, S.Si., M.Si., juga menyampaikan apresiasi kepada DPPM Kemendiktisaintek yang telah memberikan dukungan pendanaan sehingga program pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada tim kami melalui program Pengabdian kepada Masyarakat. Dukungan ini memungkinkan perguruan tinggi untuk menghadirkan inovasi dan teknologi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Kami berharap program-program pengabdian seperti ini terus diperkuat karena mampu mendorong lahirnya usaha-usaha produktif berbasis potensi lokal yang berdaya saing tinggi," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Cokroaminoto Palopo kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelompok usaha masyarakat diharapkan mampu mengubah limbah menjadi sumber ekonomi baru, menciptakan lapangan usaha produktif, serta membuka jalan bagi produk-produk lokal untuk menembus pasar global.