Berita

TIM PKM MIKROKONTROLER UNCP BANTU WARGA KELURAHAN TO’BULUNG KEC. BARA KOTA PALOPO

Kota Palopo merupakan salah satu tempat budidaya rumput laut selain Luwu Utara dan beberapa daerah di Luwu Timur Sulawesi Selatan. Berdasarkan data pemerintah Kota Palopo menunjukkan bahwa produksi rumput laut Kota Palopo pada tahun 2012 sebesar 31.214 ton dengan total nilai produksi Rp.111,8 Milyar. Produksi rumput laut tersebut merupakan komoditas budidaya perikanan laut dan tambak dengan luas areal produksi mencapai 1.563 Ha. Kota Palopo memiliki komoditas unggulan Rumput laut jenis Gracilaria sp dengan kualitas terbaik. Kota Palopo memproduksi 6500 ton rumput laut di tahun 2012 dan mengekspor komoditas ini ke luar negeri. Kota Palopo mempunyai panjang pantai 139 km dan lahan budidaya rumput laut seluas 27.000 Ha. Pemanfaatan lahan tersebut baru setengahnya yang dimanfaatkan oleh pemerintah setempat (Pemerintah Kota Palopo, 2015). Salah satu daerah penghasil rumput laut jenis glacilaria sp yang ada di Kota Palopo adalah Kelurahan To’bulung Kecamatan Bara.

Akhir-akhir ini penurunan produksi rumput laut di Kelurahan To’bulung sangat dirasakan oleh para petani rumput laut. Hal ini diakibatkan oleh kondisi kadar garam lahan budidaya rumput laut cenderung tidak stabil. Permasalahan lainnya adalah turunnya harga rumput laut baik kering maupun basah. Berdasarkan hal tersebut, tim dosen dari Universitas Cokroaminoto Palopo melakukan berbagai alternatif pemecahan masalah yang dialami oleh para petani rumput laut di kelurahan To’bulung. Program Abdimas ini merupakan salah satu kegiatan Abdimas yang menerima bantuan hibah dari Kemeterian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia.

Ketua tim pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM UNCP) Andi Rosman N., S.Si., M.Si., dosen Fakultas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo mengemukakan bahwa tujuan dari kegiatan ini ada dua yaitu: pertama, membantu masyarakat/petani rumput laut To’bulung dalam mengatasi ketidakstabilan kadar garam di lahan tambak budidaya rumput laut. Sehingga dapat kembali meningkatkan produksi rumput laut masyarakat. Kedua, membantu memberikan alternatif-alternatif kepada kelompok tani rumput laut kelurahan To’bulung dalam meningkatkan nilai jual dari rumput laut yang belakangan ini mengalami penurunan harga. Berbagai kegiatan dalam membantu masyarakat tersebut berlangsung dari bulan Juni sampai Agustus 2019. 

Kegiatan pertama yang dilakukan adalah melakukan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan pengelolaan tambak budidaya rumput laut menggunakan teknologi berbasis mikrokontroler. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 23 Juni 2019 bertempat di Kelurahan To’bulung Kecamatan Bara Kota Palopo. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 21 orang. Peserta yang hadir tidak hanya kelompok tani Mekar Sari 1, tetapi juga bapak RT dan RW Kelurahan To’bulung. Ada 5 materi yang disajikan pada kegiatan tersebut yaitu a) pengenalan teknologi mikrokontroler pada lahan budidaya rumput laut, b) Strategi penanganan lahan tambak budidaya rumput laut yang jauh dari muara sungai/laut, c) Faktor pendukung terkait peningkatan produksi rumput laut, d) Focus Group Discussion (FGD), dan e) Tindak lanjut program. Narasumber yang membawakan materi pada kegiatan ini yaitu Andi Rosman N., S.Si., M.Si, & Hamrul, S.Kom.                         

Foto-2

Kegiatan kedua yaitu melakukan pelatihan pembuatan alat kontrol salinitas air. Tahapan yang dilakukan antara lain menyiapkan alat dan bahan untuk skala prototype dan menyiapkan alat dan bahan untuk skala yang bisa diterapkan langsung ke empang. Setelah alat dan bahan tersedia selanjutnya merangkai alat kontrol salinitas air. Kegiatan ketiga adalah proses instalasi alat kontrol salinitas air ke lahan tambak budidaya rumput laut mitra. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan setelah kelengkapan bahan penunjang alat kontrol terpenuhi seperti tandon air, mesin air dan pipa.

Foto-6

Kegiatan keempat yang dilakukan terkait peningkatan produksi rumput laut adalah melakukan penyuluhan dan diskusi terkait pemeliharaan alat kontrol salinitas air dan kelengkapannya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2019 di aula Kantor Kecamatan Bara Kota Palopo. Narasumbernya adalah Bapak Baso Ali S.Pd., M.Pd., praktisi elektronika dan mikrokontroler. Dalam paparannya narasumber menjelaskan berbagai hal yang harus dilakukan agar alat kontrol salinitas air dan kelengkapannya dapat berusia panjang/tahan lama. Ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaannya yaitu a) pemeliharaan box dan isi (mikrokontroler dan komponen elektronika lainnya), b) pemeliharaan tandon air, c) pemeliharaan mesin air, dan d) pemeliharaan sensor salinitas air.

Kegiatan kelima, solusi atas permasalahan mengenai penurunan nilai jual dari rumput laut adalah dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada mitra tentang bagaimana upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai jual dari rumput laut. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 8 Agustus 2019 di Kantor Camat Bara Kota Palopo. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok tani Mekar Sari 1, Ibu-Ibu staf Kecamatan yang menangani perihal UMKM Kecamatan Bara. Narasumber dalam kegiatan kelima ini ada 3 (tiga) yaitu yang pertama Bapak Irwanto Napeng, S.STP., selaku Camat Bara Kota Palopo yang membawakan materi tentang arah kebijakan pemerintah daerah dalam menunjang dan mengembangkan UMKM (olahan rumput laut) serta membangun kerjasama dengan Perguruan Tinggi yang ada di Kota Palopo. Kedua Bapak Andi Muh. Yushan P., S.Pi., M.Si., yang membawakan materi tentang manajemen usaha dan pemasaran rumput laut melalui pola kemitraan. Dan Narasumber ketiga Ibu Erni Firdamayanti, S.TP., M.Si., yang membawakan materi tentang berbagai olahan rumput laut agar dapat bernilai jual tinggi.

Foto-7

Narasumber pertama Camat Bara Kota Palopo menjelaskan bahwa kedepan perlu dilakukan sinergitas antara pemerintah daerah, penyuluh dan Perguruan Tinggi dalam mendorong dan mendukung UMKM agar dapat maju dan berkembang. Dalam paparannya, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada pihak pelaksana Abdimas karena telah membantu warga dalam mengembangkan olahan rumput laut. Harapannya kedepan agar tidak hanya satu kelompok tani saja yang dilakukan tempat pengabdian kepada masyarakat akan tetapi seluruh kelompok tani rumput laut yang ada di Kecamatan Bara. Mengingat di Kecamatan bara ada 3 desa/kelurahan yang mata pencahariannya dari rumput laut.

Foto-8

Narasumber kedua Bapak Andi Muh. Yushan P., S.Pi., M.Si., memaparkan sebagaimana yang telah diceritakan sebelumnya oleh salah satu petani rumput laut bahwa harga rumput laut kering saat ini di Kota Palopo hanya Rp.3000/kg saja. Tentu hal ini sangat merugikan petani rumput laut. Olehnya itu, pemateri menjelaskan penyebab mengapa harga rumput laut jadi sangat rendah dan solusi-solusi apa saja yang bisa diupayakan agar harga rumput laut dapat kembali normal atau bahkan naik. Upaya yang dilakukan adalah petani membentuk pola kemitraan terpadu yang pengelolaannya dapat dilakukan di tingkat Bumdes atau Koperasi. Dengan adanya pola kemitraan terpadu diharapkan dapat mengendalikan harga rumput laut.

Foto-9

Foto-10

Narasumber ketiga Ibu Erni Firdamayanti, S.TP., M.Si., menyampaikan bahwa jenis rumput laut gracilaria dapat dijadikan berbagai olahan yang sehat dan bernilai jual tinggi jika dibandingkan hanya dijual kering. Berbagai olahan tersebut antara lain rumput laut jenis gracilaria dapat dijadikan sebagai olahan makanan seperti bakso dari rumput laut, brownies rumput laut, snack rumput laut, dan jus dari rumput laut. Selain membawakan materi, narasumber juga mendemonstrasikan cara pengolahan pembuatan jus rumput laut. Para peserta antusias menyimak tatacara pembuatan jus rumput laut. Para peserta juga mendemonstrasikan langsung cara pembuatan jus rumput laut.

Langkah selanjutnya pasca kegiatan ini adalah melakukan evaluasi program meliputi: evaluasi dalam hal merawat dan menjaga alat sistem kontrol salinitas air, evaluasi untuk menduplikasi teknologi yang telah dibuat agar dapat juga digunakan di tambak lainnya. Selain itu, setelah kegiatan PKM ini dilaksanakan maka tim pengusul akan tetap melakukan kerjasama dengan pihak mitra sebagai bentuk dari keberlanjutan program. Bentuk kerjasama yang dapat dilakukan adalah melakukan penelitian terhadap rumput laut di tambak budidaya pihak mitra. Selain itu, akan mengembangkan teknologi yang telah dibuat.

Foto-11