Berita

Mahasiswa Semester 2 Teknik Informatika Kampanyekan “STOP KEKERASAN PADA ANAK”

Bertempat di Lapangan Gaspa Kota Palopo, minggu kemarin, Puluhan Mahasiswa Teknik Informatika UNCP gelar “Demo” kegiatan sosial bertemakan Stop Kekerasan Pada Anak. Kegiatan yang merupakan implementasi langsung untuk penerapan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan bersama ini diselenggarakan secara sukarela sebagai bentuk kesadaran dan penerapan nilai-nilai pancasila, hal ini dapat meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan sosial serta menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap isu yang berkembang saat ini, terutama kekerasan & pelecehan seksual baik dikalangan remaja maupun dikalangan anak ungkap Ichwan Muis,S.ST,MPS.Sp kordinator acara yang juga dosen pengampu mata kuliah.

Kegiatan ini dinilai positif mengingat saat ini lagi marak budaya kekerasan terhadap anak dan perempuan, diharapkan dengan kegiatan ini bisa memberian warning buat kita semua untuk bersama –sama menghentikan kekerasan pada anak. Mahasiswa sebagai social of control juga punya andil dalam memberikan pengetahuan dan pencerahan serta ikut membantu pemerintah pada khususnya untuk bersama-sama menolak setiap kekerasan dalam bentuk apapun terhadap anak dan perempuan.

Selain kampanyekan Stop Kekerasan Pada Anak, Mahasiswa juga ikut menyoroti akan pentingnya mengembalikan “usia anak pada usianya”. Lagu-lagu yang didengarkan oleh anak menjadi kontrol orang tua. Lagu-lagu saat ini terkesan tidak mendidik dan belum layak untuk didengarkan anak-anak. Seperti contoh : sambalado, perawan atau janda, dan sebagainya. Dengan adanya kegiatan kampanye ini diharapkan para orang tua mampu berkontribusi banyak sejak dini untuk mengontrol psikologi anak mereka memerhatikan kebiasaan sehari-hari anak. Menurut mereka, permainan tradisional seperti ulahu, main hampal, main karet, main cukke dan sebagainya diharapkan dapat membentuk kepribadian anak dengan teman sebayanya yang lebih intens, atua kembali melestarikan lagu-lagu nasional dan permainan tradisional dikalangan anak-anak. Kegiatan tersebut dapat dituangkan kedalam kebijakan maupun event-event atau lomba-lomba yang tidak hanya dilaksanakan setahun sekali melainkan dapat menjadi rutinitas di tiap minggunya (carfreeday). dengan Sosialisasi ini bertujuan untuk membatasi anak untuk bermain gadget dan smartphone.

Kemajuan teknologi sangat pesat begitupula dengan permainan anak. Namun tidak jarang permainan anak saat ini yang serba elektronik menjadikan anak-anak saat ini menjadi lebih malas, menjadikan anak mudah sakit (jarang bergerak), dan kurang bersosialisasi (terkesan autis), bahkan melakukan pelecehan seksual yang merupakan akibat dari tontonan yang kurang pantas untuk ditonton. (tontonan dewasa di youtube, Facebook, dll)