Berita

Belajar Sambil Berdampak: 67 Mahasiswa UNCP Selesai Tugas Kampus Mengajar 8

UNCP.AC.ID, PALOPO -  Sebanyak 67 mahasiswa Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) telah menyelesaikan pengabdian mereka dalam program Kampus Mengajar angkatan ke-8. Program yang menjadi bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi  ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar sambil memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

Selama 4 bulan sejak september higga desember 2024, para mahasiswa UNCP ditempatkan di berbagai sekolah yang tersebar di daerah sulawesi-selatan. Dalam program ini, para mahasiswa UNCP bekerja sama dengan guru di sekolah-sekolah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, yang didalamnya mencakup kemampuan membaca, menulis, dan berhitung siswa. Dengan pendekatan yang inovatif, seperti pembelajaran berbasis permainan, penggunaan media kreatif, dan bimbingan intensif, mahasiswa berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus efektif.

Hitam-Putih-Elegan-Modern-Inisial-Huruf-Salon-Logo

PIC MBKM UNCP, Opik Dwi Indah, M. Pd. menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa. "Kampus Mengajar adalah bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan pendidikan Indonesia. Melalui program ini, mereka tidak hanya mengaplikasikan ilmu tetapi juga memperoleh pengalaman yang akan membentuk karakter dan keterampilan mereka di masa depan," ujarnya.

20241202_110209

Salah satu mahasiswa peserta program KM 8 program studi PGSD, Aksel Bakti, menyampaikan pengalaman berharganya selama pengabdian. "Kami belajar banyak tentang pentingnya adaptasi, empati, dan kreativitas dalam menyelesaikan tantangan di lapangan. Program ini membuka mata kami tentang kondisi pendidikan di berbagai daerah dan mendorong kami untuk terus berkontribusi," ungkapnya.

WhatsApp-Image-2024-12-27-at-15.04.39-(1)

Program Kampus Mengajar ini diharapkan terus memberikan dampak positif, tidak hanya bagi siswa dan sekolah yang dibantu, tetapi juga bagi mahasiswa yang terlibat. Melalui pengalaman ini, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan di masa depan. 

Twitter