Berita

Alumni Harvard Universty Membawakan Orasi Ilmiah pada Wisuda Sarjana Strata UNCP

Dalam rangka acara Wisuda Sarjana Strata Satu periode III tahun 2015 Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) yang mewisuda 219 sarjana, pada kesempatan tersebut Orasi ilmiah dibawakan oleh alumni Harvard University, Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., MA.,M.Phil.,M.Si, saat ini beliau merupakan Staf ahli kementrian pemuda dan olahraga (Kemenpora), sejak 2014. Beliau merupakan Guru Besar Ilmu Komputer ABFI Institute Perbanas. Beliau juga alumni dari Bachelor of Engineering, ITS Surabaya, Indonesia 1992, Master of Science, Harvard University, United State 1995, Master of Business Administration, University of The City Of Manila, Philippines 2002, Master of Art, London School of Public relations, Indonesia 2003, Master of Philosophy, Maastricht School of Management, Netherland 2006 dan  Master of Information Technology , Swiss German University, Indonesia 2014

Orasi ilmiah yang dibawakan berjudul "Strategi Meningkatkan Daya Saing Kompetitif dalam Ekosistem Komunitas Asean". ia mengungkapkan tentang Multi Peran Indonesia, Peran pertama adalah sebagai negara terbesar yang memiliki pengalaman kolektif begitu panjang dan berharga yang dapat menjadi pusat belajar bagi negara-negara lain (baca: kearifan lokal). Peran kedua adalah sebagai pemimpin komunitas ASEAN yang berperan penting dalam menentukan arah haluan pembangunan negara-negara Asia Tenggara di masa depan, terutama dalam mengambil posisi strategis di antara kutub besar dunia seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, China, India, dan negara Asia lainnya seperti Jepang, Hong Kong, Korea, Taiwan, dan lain sebagainya (baca: tokoh panutan). 

Alumni Harvard Universty itu melanjutkan tentang Keberhasilan ASEAN akan menjadi barometer perkembangan kekuatan dalam percaturan politik dunia. Jika komunitas bersama ASEAN ini berhasil mengimbangi kekuatan Amerika Serikat atau Uni Eropa misalnya, akan memberikan dampak positif dan signifikan bagi perkembangan kesejahteraan manusia di kawasan tenggara benua Asia ini. Oleh karena itulah maka tren pembentukan kerjasama seperti ASEAN+China, ASEAN+Japan, dan ASEAN+India memperlihatkan adanya kecenderungan bersatunya negara-negara di benua Asia menjadi sebuah kekuatan industri baru, dimana ASEAN menjadi inisiator dan motor penggeraknya.