Berita

PRODI PGSD UNCP GELAR KULIAH BUDAYA DI ISTANA LUWU

Ahad, 27 Oktober 2019 PRODI PGSD UNCP menggelar kuliah Budaya Bugis di istana kedatuan Luwu dengan mengusung tema “Membangun Pangadereng dalam bingkai Toddo’ Puli’ Temmalara (tidak mundur selangkahpun dari suatu perjuangan dalam mempertahankan harkat dan martabat/siri’)”.

Tujuan kuliah budaya ini adalah merawat nilai-nilai kearifan lokal, dengan pendekatan siri’ na pesse melalui lembaga pendidikan. Berangkat dari tema, terlihat bahwa siri’ mempunyai jangkauan yang dalam meliputi semua aspek kehidupan manusia. Dalam ungkapan Bugis disebut “siri’e mmi to riaseng tau (hanya karena siri’lah kita dinamakan manusia)” semoga nilai ini tertanam pada jiwa mahasiswa.

FOTO-ADAT-3

Kuliah budaya yang diikuti oleh 7 kelas mahasiswa PGSD semester 3 ini menggunakan metode “tudang sipulung sipakalebbi” dengan memakai sarung. “aktualisasi ini semata-mata karena kecintaan akan pangadereng dan nilai- nilai kearifan lokal” jelas ibu Andi Kilawati, S.Pd., M.Pd., selaku pengampuh mata kuliah ini. 

Sesi pertama, tudang sipulung di dalam Salassa’/Museum Batara Guru dengan pembahasan siklus I Lagaligo, sejarah Luwu, bahasa dan sastra Bugis,dan kebudayaan bendawi. Pembahasan ini dipandu oleh Andi Nila selaku dari istana kedatuan Luwu. Sesi kedua, mengkaji filosofi rumah adat Bugis di atas Langkanae (istana datu Luwu). Point pada pembahasan ini adalah mengeja makna sulapa eppa’, singkeru mulajaji, tanra sula, dan bessi pakkae, serta mengkaji siklus Lagaligo kaitannya dengan Coppo Bola/atap rumah (simbolitas boting langi), ale bola/badan rumah (simbolitas bumi/lino), dan kolom rumah (simbolitas uri’liu/peretiwi).

FOTO-ADAT-2