Berita

PPK FKIP UNCP SUKSES GELAR WEBINAR KEWIRAUSAHAAN

PALOPO - Program Pengembangan Kewirausahaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo (PPK FKIP UNCP) sukses menggelar Webinar Kewirausahaan (27/9/2020), dengan mengusung tema "Prospek Kewirausahaan yang Berdaya Saing di Era New Normal." Jumlah peserta 908 orang, berasal dari dosen, mahasiswa, guru, pengawas, pelaku usaha, dan ibu rumah tangga. PPK FKIP UNCP merupakan hibah Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti dengan Ketua Tim pelaksana Dr. Ma’rufi, M.Pd., dan anggota tim Dr. Muhammad Ilyas, M.Pd., Aswar Anas, S.Pd., M.Pd., dan Reski Yusrini Islamiah Yunus, S.Pd., M.Pd.

 WhatsApp-Image-2020-09-27-at-21.41.29

Webinar tersebut menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Abu Bakar Tawali (Guru Besar Universitas Hasanuddin), Dr. Andi Zainal Abidin Dulung, M.Sc. M.Cons., M.Gt. (Staff Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial), Dr. Ir. Ridwan, M.T. (Dosen Universitas Gunadarma) dan Subhan S.T (Enterpreuner). Kegiatan ini berlangsung secara daring via Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube.

Y
WhatsApp-Image-2020-09-27-at-21.59.51

Dr. Muhammad Ilyas, M.Pd Ketua LPPM UNCP dalam sambutannya memaparkan, bagi Indonesia kesiapan dalam MEA merupakan sebuah keharusan untuk dapat menciptakan daya saing yang tinggi, baik itu disisi produk, jasa, infrastruktur, kesiapan regulasi, serta yang tidak kalah penting adalah daya dukung sumber daya manusia yang berkualitas. “Kami harapkan Webinar ini dapat menjadi upaya aktif Perguruan Tinggi untuk mendukung sumber daya bisnis dan sumber daya masyarakat Indonesia,” tuturnya.

 ppk-1

Webinar dibuka oleh Rektor UNCP Prof. Drs. Hanafie Mahtika, M.S. Dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan webinar dalam rangka untuk lebih memaksimalkan berkembangnya kewirausahaan. “Marilah secara bersama-sama kita bahu membahu, membulatkan tekad dalam rangka mengembangkan kewirausahaan yang berdaya saing di Era new normal,” pungkasnya.

 ppk2

Prof. Dr. Ir. Abu Bakar Tawali dalam paparannya, seorang enterpreuner idealnya harus aktif, kreatif dan inovatif. Aktif dalam mendapatkan gagasan/ide baru dan mencari informasi yang baru terutama di tengah perkembangan teknologi. Enterpreuner memiliki pengetahuan dalam hal kemampuan uji kelayakan usaha baru dan percaya diri tinggi untuk terjun ke dunia usaha. Di samping itu memiliki daya juang tinggi, sehingga pantang menyerah dalam menghadapi tantangan dalam berwirausaha. “Jangan hanya sibuk, tetapi tetaplah produktif,” pesannya.

 WhatsApp-Image-2020-09-27-at-21.41.47

Dr. Ir. Ridwan, M.T., dalam ulasannya terkait urgensi penerapan standar untuk meningkatkan daya saing produk UMKM. Diperlukan sinergitas Pelaku usaha, masyarakat/PT, BSN dan pemerintah daerah setempat untuk mensosialisasikan SNI kemudian menfasilitasi UMKM untuk memahami dan menerapkan standar. Butuh komitmen dari pelaku UMKM agar dapat menyediakan finansial dan sumberdaya manusia unggul untuk menerapkan standar. Penerapan standat (SNI) terbukti mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha.

 ppke

Subhan S.T., dalam paparannya beliau memaparkan peran dan strategi enterpreuner dalam mengembangkan usaha yang eksis dan berkelanjutan. Disamping itu, beliau juga membagikan tips menjadi enterpreuner yang sukses. Enterpreuner perlu persiapan sebelum terjun dalam dunia wirausaha, diantaranya membangun motivasi yang besar untuk memulai usaha sehingga pengusaha mampu survive/bertahan hidup menghadapi tantangan dalam dunia usaha dan mulailah usaha seakan untuk hidup selamanya.

 kkkkk

Dr. Andi Zainal Abidin Dulung, M.Sc., M.Cons., M.Gt., menambahkan program Kementerian Sosial dalam pemberdayaan masyarakat miskin melalui Program Kewirausahaan Sosial (PRoKUS). Beliau menyampaikan bahwa saat ini Kementerian Sosial menangani 20 Juta keluarga penerima bantuan sosial, khususnya yang terdampak pandemi covid-19. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan Kelompok Usaha Bersama dengan bantuan hibah 2 juta perkeluarga yang dikelompokkan menjadi 10 keluarga. Diharapakan bantuan ini dapat membuat masyarakat mulai berwirausaha, sehingga tercipta lapangan kerja, dan meningkatkan keterampilan bisnis.

WhatsApp-Image-2020-09-27-at-21.49.53

WhatsApp-Image-2020-09-27-at-21.43.40

 

Twitter